MediasaranaKaltim.id, Samarinda — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Samarinda tahun ini akan berlangsung dengan sejumlah penyesuaian.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memangkas beberapa kegiatan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu agenda yang tidak digelar tahun ini adalah Pawai Pembangunan.
Meski sejumlah kegiatan dikurangi, upacara peringatan HUT ke-81 RI tetap dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri, Samarinda, pada 17 Agustus 2026.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda, Yosua Laden, mengatakan pelaksanaan upacara tetap menjadi bagian utama dari peringatan kemerdekaan.
Namun, konsep pelaksanaannya akan dibuat lebih sederhana, termasuk dengan menyesuaikan jumlah pasukan dan tamu undangan.
“Pak Wali mengarahkan tetap di GOR Segiri, tetapi jumlah pasukan yang hadir diatur ulang dan undangan juga diefisiensikan,” ujar Yosua saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Efisiensi terlihat dari jumlah tamu yang akan menghadiri upacara. Jika tahun sebelumnya jumlah undangan mencapai lebih dari 500 orang, tahun ini Pemkot Samarinda membatasinya menjadi sekitar 350 orang.
Dengan pengurangan tersebut, tribun tambahan yang sebelumnya disiapkan untuk menampung tamu undangan juga tidak digunakan.
Yosua mengatakan, tamu yang hadir akan diprioritaskan dari unsur Forkopimda, anggota DPRD Samarinda, kepala OPD, camat, lurah, orang tua anggota Paskibraka, serta para veteran.
“Kalau tahun lalu undangan bisa lebih dari 500 orang, sekarang sekitar 350 orang saja,” katanya.
Masa karantina Paskibraka dipersingkat
Penyesuaian juga dilakukan dalam persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Masa karantina anggota Paskibraka yang sebelumnya berlangsung selama 14 hari dipangkas menjadi tujuh hari.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah efisiensi dalam pelaksanaan rangkaian HUT Kemerdekaan di Samarinda.
Selain pengurangan jumlah undangan dan masa karantina Paskibraka, Pemkot Samarinda juga memastikan Pawai Pembangunan tidak masuk dalam agenda perayaan tahun ini.
“Informasi dari Pak Wali, Pawai Pembangunan ditiadakan dulu karena memang kita melakukan efisiensi anggaran untuk kegiatan-kegiatan seremonial,” ujar Yosua.
Kendati rangkaian kegiatan resmi dikurangi, Pemkot Samarinda berharap hal tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan.
Masyarakat tetap diimbau memasang bendera Merah Putih dan atribut kemerdekaan di lingkungan masing-masing sebagai bentuk partisipasi dalam menyemarakkan HUT ke-81 RI.
Yosua berharap masyarakat tetap antusias menyambut momentum kemerdekaan sekaligus menjaga optimisme terhadap kondisi bangsa.
“Harapan kami masyarakat tetap bersemangat menyemarakkan HUT RI ke-81 dan bersama-sama berdoa agar kondisi perekonomian Indonesia semakin baik ke depan,” pungkasnya.(AAY)





