MediasaranaKaltim.id, JAKARTA — Teknologi kendaraan heavy-duty berbasis hybrid dan electric vehicle (EV) menjadi salah satu perhatian dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
PT MC Group selaku Authorized Distributor SHACMAN di Indonesia memperkenalkan dua teknologi tersebut melalui SHACMAN X5000 Hybrid Dump Truck 8×4 460 HP dan SHACMAN X5000 EV Dump Truck 8×4 580 HP.
Kehadiran kedua kendaraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pilihan teknologi baru untuk kebutuhan kendaraan komersial dan operasional industri berat di Indonesia.
Selain memperkenalkan kendaraan, MC Group juga menandatangani tiga Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah perusahaan dengan rencana pengadaan total 400 unit kendaraan SHACMAN.

Tiga kerja sama tersebut melibatkan PT Karimata Multi Prima untuk rencana pengadaan 200 unit Dump Truck 8×4 Hybrid, PT Vardhana Perkasa sebanyak 100 unit Dump Truck 8×4, serta PT Gericon Prima sebanyak 100 unit Dump Truck 6×4.
Empat Unit SHACMAN Dipamerkan
Dalam pameran tersebut, MC Group menampilkan empat unit SHACMAN dengan konfigurasi yang berbeda.
Selain X5000 Hybrid dan X5000 EV, terdapat SHACMAN H3000S Tractor Head 4×2 300 HP serta SHACMAN H3000S Chassis 6×4 300 HP.
Keempat model tersebut diperkenalkan untuk menunjukkan pilihan kendaraan yang dapat digunakan pada kebutuhan operasional dengan karakteristik berbeda.
Rangkaian peluncuran juga diisi pertunjukan barongsai.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda perkenalan produk sekaligus pertemuan MC Group dengan pelanggan dan mitra bisnis.
X5000 Hybrid Padukan Mesin Diesel dan Motor Elektrik
Salah satu kendaraan yang diperkenalkan adalah SHACMAN X5000 Hybrid Dump Truck 8×4 dengan tenaga 460 HP.
Kendaraan tersebut menggabungkan mesin diesel dengan sistem penggerak elektrik. X5000 Hybrid menggunakan mesin Cummins M10460 dan baterai berkapasitas 96 kWh.
Kapasitas bak kendaraan mencapai 53,75 meter kubik.Sistem hybrid memungkinkan mesin diesel tetap digunakan sebagai bagian dari sistem penggerak, sementara sistem elektrik memberikan dukungan pada kondisi operasi tertentu.
Kendaraan tersebut juga menggunakan teknologi regenerative braking. Energi yang dihasilkan ketika kendaraan melakukan perlambatan dapat dimanfaatkan kembali untuk sistem baterai.
Direktur MC Group, Dirmanto, mengatakan teknologi kendaraan energi baru perlu dilihat berdasarkan kebutuhan operasional dan kesiapan industri.
“Persaingan global menuntut perusahaan untuk semakin efisien, termasuk dalam mengelola biaya operasional armada. Di saat yang sama, industri juga dihadapkan pada tuntutan untuk mengurangi emisi dan mendukung transisi energi. Teknologi Hybrid dan EV menjadi salah satu solusi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Dirmanto.
Menurut dia, penggunaan teknologi hybrid juga tetap perlu mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk karakter rute, muatan, medan, pola penggunaan kendaraan, dan duty cycle.
X5000 EV Mengandalkan Penggerak Listrik
Selain hybrid, MC Group memperkenalkan SHACMAN X5000 EV Dump Truck 8×4 580 HP.
Kendaraan tersebut menggunakan motor T2380S030 Permanent Magnet Synchronous Motor dengan output 580 HP.
Sumber energi berasal dari battery pack berkapasitas 400,61 kWh.
X5000 EV memiliki kapasitas bak hingga 36 meter kubik.
Karakteristik kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan yang menggunakan mesin diesel. Salah satu perbedaannya terdapat pada respons torsi dari motor listrik.
Dalam penerapannya pada sektor industri, kendaraan EV membutuhkan pola operasi yang dapat dipetakan secara lebih terukur.
Rute, jarak perjalanan, waktu operasi, kebutuhan daya, hingga ketersediaan fasilitas pengisian baterai menjadi bagian yang perlu diperhitungkan.
Karena itu, penerapan kendaraan listrik tidak hanya menyangkut pengadaan kendaraan, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan sistem operasional.
Pemilihan Teknologi Bergantung pada Kebutuhan Armada
MC Group menyebut penggunaan kendaraan hybrid, EV maupun kendaraan diesel konvensional perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap armada.
Sejumlah faktor yang dapat menjadi pertimbangan antara lain kondisi medan, payload, jarak tempuh, duty cycle, tingkat utilisasi kendaraan, kebutuhan charging, kesiapan infrastruktur, kemampuan teknisi, ketersediaan suku cadang, serta biaya operasional.
Perhitungan Total Cost of Ownership (TCO) juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan sebelum perusahaan menentukan teknologi kendaraan yang digunakan.
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan kendaraan tidak hanya didasarkan pada spesifikasi teknis, tetapi juga kesesuaiannya dengan kebutuhan operasional.
Tiga MoU Rencanakan Pengadaan 400 Unit
Di sela peluncuran kendaraan, MC Group menandatangani tiga MoU dengan rencana pengadaan total 400 unit SHACMAN.
PT Karimata Multi Prima menjadi salah satu mitra dengan rencana pengadaan 200 unit Dump Truck 8×4 Hybrid.
Kemudian PT Vardhana Perkasa merencanakan pengadaan 100 unit Dump Truck 8×4, sedangkan PT Gericon Prima sebanyak 100 unit Dump Truck 6×4.
Rencana pengadaan tersebut mencakup kendaraan dengan konfigurasi berbeda sesuai kebutuhan operasional masing-masing perusahaan.
Kerja sama itu juga menjadi bagian dari pengembangan penggunaan kendaraan SHACMAN pada sektor industri di Indonesia.
Dukungan Purnajual Jadi Bagian dari Ekosistem
Perkembangan kendaraan hybrid dan EV juga membawa kebutuhan baru dalam layanan purnajual.
Selain service dan ketersediaan spare parts, kendaraan dengan sistem elektrifikasi membutuhkan dukungan teknis untuk menangani sistem baterai, powertrain elektrik, sistem diagnostik, serta prosedur perawatan.
MC Group menyatakan jaringan operasionalnya mencakup sejumlah wilayah, antara lain Jakarta, Pekanbaru, Medan, Palembang, Jambi, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Surabaya, dan Kendari.

Perusahaan juga mengembangkan titik layanan di sejumlah wilayah lainnya, termasuk Pangkalan Kerinci, Lampung, dan Makassar.
Dirmanto mengatakan kesiapan ekosistem menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan kendaraan energi baru.
“MC Group tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga ekosistem layanan yang mampu mendukung kebutuhan industri Indonesia. Mulai dari produk, technical support, service, spare parts, hingga pengembangan jaringan layanan, semuanya menjadi bagian dari upaya kami untuk membantu pelanggan mengimplementasikan teknologi tersebut secara optimal,” katanya.
Bagian dari Perkembangan Kendaraan Heavy-Duty
Kehadiran X5000 Hybrid dan X5000 EV di Mining Indonesia 2026 memperlihatkan semakin beragamnya teknologi yang ditawarkan untuk kendaraan heavy-duty.
Namun, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan penyesuaian dengan kebutuhan dan kondisi operasional masing-masing pengguna.
Melalui Mining Indonesia 2026, MC Group memperkenalkan teknologi hybrid dan EV sekaligus memperkuat kerja sama dengan pelanggan melalui tiga MoU dengan rencana pengadaan 400 unit kendaraan SHACMAN.
Bagi industri, perkembangan tersebut menjadi bagian dari pilihan teknologi kendaraan yang dapat dipertimbangkan seiring perubahan kebutuhan operasional, efisiensi armada, dan kesiapan menuju penggunaan energi baru.(AAY)





