Wisata Susur Sungai Mahakam Kian Diminati, Pesut Mahkota Tawarkan Cara Berbeda Menikmati Samarinda

MediasaranaKaltim.id, Samarinda — Sungai Mahakam tak hanya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur.

Hamparan sungai yang membelah kota tersebut juga menjadi daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan. Hal itu terlihat saat libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).

Dermaga Mahakam Ilir Samarinda dipadati warga yang memilih menghabiskan waktu libur dengan menikmati wisata susur Sungai Mahakam menggunakan Kapal Wisata Pesut Mahkota.

Kapal Wisata Susur Sungai Pesut Mahakam

Dari dermaga, kapal membawa penumpang menyusuri Sungai Mahakam selama sekitar dua jam. Perjalanan dimulai menuju Jembatan Mahkota II, kemudian kapal berputar kembali melewati kawasan Jembatan Mahakam IV, BIG Mall, hingga kembali ke Dermaga Mahakam Ilir.

Selama perjalanan, penumpang dapat menikmati pemandangan Kota Samarinda dari atas sungai. Sejumlah bangunan dan kawasan yang menjadi bagian dari wajah kota terlihat dari sudut pandang berbeda.

Di antaranya Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Masjid Raya Darussalam, kawasan Islamic Center, Pelabuhan Samarinda, deretan hotel, BIG Mall, Pasar Pagi, Teras Samarinda hingga Kampung Ketupat.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang. Selain menikmati perjalanan dengan kapal, wisatawan dapat melihat aktivitas masyarakat serta kawasan permukiman yang berada di sepanjang tepian Sungai Mahakam.

Owner Kapal Wisata Pesut Mahkota, Amel, mengatakan pihaknya membuka trip reguler setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

“Kalau untuk trip umum, kami buka setiap Sabtu, Minggu, dan tanggal merah mulai jam lima sore. Untuk hari biasa biasanya melayani penyewaan satu kapal penuh,” ujar Amel.

Menurut Amel, keberangkatan reguler dilakukan pada pukul 17.00 WITA. Waktu tersebut dipilih agar penumpang dapat menikmati suasana Samarinda dari atas sungai menjelang sore hingga matahari terbenam.

Kapasitas 120 Penumpang

Kapal Wisata Pesut Mahkota memiliki kapasitas hingga 120 penumpang. Amel mengatakan usaha wisata susur sungai tersebut telah beroperasi sejak sebelum pandemi Covid-19.

Setelah pandemi, pihaknya melakukan renovasi besar terhadap kapal. Pembaruan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menyesuaikan konsep wisata yang lebih modern.

“Setelah pandemi kami melakukan renovasi mengikuti konsep yang lebih modern dan instagramable. Kami juga banyak menerima masukan dari masyarakat agar kapal ini semakin nyaman untuk wisata keluarga maupun wisatawan luar daerah,” katanya.

Amel berharap pembenahan tersebut dapat membuat masyarakat semakin tertarik mencoba wisata susur Sungai Mahakam.

Menurut dia, Sungai Mahakam memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata karena keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kota Samarinda.

“Samarinda punya sungai yang menjadi ikon kota. Melalui kapal wisata ini kami ingin memperlihatkan sisi lain keindahan Samarinda dari sungai,” jelasnya.

Ia mengatakan masih banyak kawasan di sepanjang Sungai Mahakam yang memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada wisatawan.

“Banyak tempat yang mungkin belum diketahui orang luar, seperti Kampung Ketupat dan kawasan permukiman di bantaran sungai yang memiliki daya tarik tersendiri,” lanjut Amel.

Tak Hanya Rute Samarinda

Pesut Mahkota tidak hanya melayani perjalanan wisata di dalam Kota Samarinda. Pengunjung juga dapat menyewa kapal untuk perjalanan dengan rute berbeda.

Pendaftaran Tiket Pesut Mahakam

Terdapat tiga pilihan rute yang ditawarkan, yakni Samarinda, Kutai Lama, dan Tenggarong. Layanan tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan sungai dengan konsep yang lebih privat.
Untuk trip reguler, pengunjung dikenakan tarif Rp80.000 untuk orang dewasa dan Rp40.000 untuk anak-anak.

Amel berharap meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata susur Sungai Mahakam dapat mendorong perkembangan sektor pariwisata di Samarinda.

Ia menilai perbaikan fasilitas dermaga dan semakin beragamnya pilihan armada menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata sungai di kota tersebut.

“Harapannya masyarakat semakin tertarik menikmati wisata sungai sehingga pariwisata Kota Samarinda bisa terus hidup dan berkembang. Apalagi sekarang fasilitas dermaga sudah semakin baik dan pilihan kapalnya juga semakin beragam,” pungkasnya.

Wisata susur Sungai Mahakam pada akhirnya bukan sekadar perjalanan menggunakan kapal. Dari atas sungai, masyarakat dapat melihat Samarinda dari sisi yang berbeda, mulai dari deretan bangunan perkotaan, jembatan, pusat aktivitas ekonomi hingga kehidupan masyarakat di sepanjang bantaran sungai.

Potensi tersebut menjadi peluang bagi Samarinda untuk terus mengembangkan wisata berbasis sungai.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan fasilitas yang memadai, Sungai Mahakam dapat semakin dikenal bukan hanya sebagai ikon kota, tetapi juga sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Samarinda. (AAY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *