MediasaranaKaltim.id, Samarinda – Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Ulu tengah menyelidiki laporan dugaan pengeroyokan yang dialami seorang pengendara sepeda motor di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari insiden di jalan raya yang melibatkan seorang pengendara sepeda motor dengan sebuah mobil. Laporan resmi terkait kejadian itu telah diterima kepolisian dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Korban berinisial S (31) mengaku saat kejadian sedang mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya.
Ketika melintas dari sebuah persimpangan menuju Jalan Anggur, sebuah mobil disebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi hingga nyaris bersinggungan dengan sepeda motor yang dikendarainya.
Merasa keselamatan keluarganya terancam, S mengaku spontan menegur pengemudi mobil agar lebih berhati-hati saat berkendara. Menurut keterangannya, teguran tersebut justru memicu adu mulut yang kemudian berkembang menjadi dugaan aksi pengeroyokan.
“Saya hanya mengingatkan agar lebih berhati-hati karena hampir mengenai kami. Saat itu saya sedang membawa istri dan anak,” ujar S saat memberikan keterangan kepada penyidik.
S menuturkan, setelah terjadi adu argumen, beberapa orang yang diduga berada di dalam maupun di sekitar mobil tersebut ikut terlibat. Ia mengaku sempat mendapat tindakan kekerasan dari sejumlah orang hingga mengalami luka akibat dugaan pengeroyokan tersebut.
Kejadian itu juga disebut berlangsung di hadapan istri dan anak korban yang saat itu masih berada di lokasi.
Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar sebelum akhirnya korban memilih melaporkan kejadian itu ke Polsek Samarinda Ulu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolsek Samarinda Ulu membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban. Menurutnya, penyidik saat ini masih melakukan serangkaian proses penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai alat bukti serta meminta keterangan dari korban, saksi-saksi, maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kami sudah menerima laporan dari korban. Saat ini penyelidikan masih berlangsung dengan meminta keterangan dari para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan, kepolisian akan menangani perkara tersebut secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. Seluruh pihak yang diduga terlibat akan dipanggil dan dimintai keterangan untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial maupun berbagai platform digital yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat diminta memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan proses penyelidikan secara objektif.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa ini sebelum proses penyelidikan selesai. Setiap informasi akan kami dalami berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian belum menetapkan tersangka dan masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang diperoleh guna mengungkap secara lengkap kronologi serta dugaan tindak pidana yang terjadi dalam peristiwa tersebut.(AAY)





