Aksi Aliansi Masyarakat Kaltim Di Samarinda Berlangsung Kondusif, 1290 Personil Gabungan Disiagakan

MediasaranaKaltim.id, Samarinda — Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di Kota Samarinda, Kamis (21/5/2026), berlangsung aman dan kondusif hingga massa membubarkan diri pada sore hari. Sebanyak 1.290 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun bentrokan di lapangan.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dengan titik pertama di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Samarinda Seberang.

Dalam aksi tersebut, massa menyerahkan sejumlah data dan dokumen kepada pihak kejaksaan untuk ditindaklanjuti.

“Di Kejaksaan Tinggi Kaltim, mereka menyerahkan beberapa data terkait yang diharapkan dapat ditindaklanjuti,” kata Hendri.

Setelah dari Kejati Kaltim, massa bergerak menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur di kawasan Samarinda Ulu. Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 200 hingga 250 orang.
Aksi kemudian kembali dilanjutkan sekitar pukul 13.30 Wita setelah massa melaksanakan istirahat dan salat.

Peserta Aksi Damai 215 di depan kantor gubernur Kaltim

Di depan Kantor Gubernur Kaltim, peserta aksi secara bergantian menyampaikan tuntutan dan aspirasi melalui orasi.

Hendri menyebutkan, situasi selama demonstrasi berlangsung tetap terkendali hingga massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 17.30 Wita.

“Alhamdulillah, massa membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke rumah masing-masing tanpa ada permasalahan yang berarti,” ujarnya.

Ia memastikan tidak terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan massa aksi maupun gangguan keamanan lainnya selama demonstrasi berlangsung.

“Tidak ada korban jiwa maupun situasi yang mengganggu kondusivitas selama aksi berlangsung,” kata Hendri.

Dalam pengamanan tersebut, sekitar 160 personel ditempatkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim, sementara personel lainnya disiagakan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim.

Menurut Hendri, pengamanan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga relawan.

Dari unsur TNI, personel berasal dari Denpom, Yonzipur, dan Kodim 0901/Samarinda. Sementara itu, Polresta Samarinda juga mendapat dukungan personel Dalmas Polda Kaltim dan Brimob Batalyon B.

Selain pengamanan, sejumlah instansi turut dilibatkan untuk mendukung kelancaran aksi.

Satpol PP melakukan pengamanan internal di kawasan objek vital pemerintahan, Dishub mengatur arus lalu lintas, sedangkan petugas Damkar dan Dinas Kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Di tengah jalannya aksi, sekitar 30 perwakilan massa diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Gubernur, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan perwakilan massa aksi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Tadi sekitar pukul 17.00 Wita, perwakilan massa diterima oleh gubernur, wakil gubernur, dan sejumlah OPD terkait,” ujar Hendri.

Ia berharap dialog tersebut dapat menjadi sarana komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah daerah sehingga aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Kami berharap proses ke depan bisa berjalan lebih baik dan tetap kondusif,” katanya.(AAY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *