Diduga Dipicu ODGJ Bakar Kursi, Dua Rumah di Samarinda Ludes Dilalap Api

MediasaranaKaltim.id, Samarinda – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Jalan Jelawat Gang 9 Blok B1 RT 06, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (15/5/2026) dini hari.

Dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah api diduga dipicu aksi seorang pria yang membakar kursi di dalam rumah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WITA dan sempat memicu kepanikan warga yang tengah terlelap tidur.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atap rumah akibat material bangunan yang mudah terbakar.

Warga sekitar yang terbangun langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sambil berupaya membantu proses evakuasi penghuni dan memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas tiba di lokasi.

Kebakaran saat api membesar – Photo Admin

Cucu pemilik rumah, Indah, mengaku sempat panik saat melihat api mulai membesar dari dalam rumah. Ia menyebut pria bernama Teguh diduga membakar sebuah kursi sebelum api merembet ke seluruh bangunan.

“Awalnya cuma bakar kursi, lalu api naik ke atap dan langsung membesar ke rumah. Saya juga sempat membantu menyelamatkan orang rumah,” ujarnya.

Menurut Indah, Teguh tinggal bersama sang kakek di rumah tersebut. Saat kobaran api mulai membesar, ia segera mengevakuasi kakeknya keluar rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Yang tinggal di sini Teguh dan kakek saya. Kakek tadi langsung saya selamatkan duluan,” katanya.

Petugas damkar dan relawan dalam penanganan Kebakaran di Jalan.Jelawat – Photo : Admin

Sementara itu, pemilik rumah bernama Sapar mengungkapkan Teguh baru saja pulang dari rumah sakit pada sore hari sebelum kebakaran terjadi. Ia mengatakan Teguh telah lama mengalami gangguan kejiwaan dan rutin menjalani pengobatan.

“Baru sore tadi pulang dari rumah sakit. Selama ini yang sering membantu mengantar berobat itu Pak Babinsa,” ucap Sapar.

Ia menjelaskan kondisi Teguh mulai berubah sejak duduk di bangku SMP kelas 2 dan semakin memburuk setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

“Sudah lama sakitnya, lebih dari lima tahun. Sejak SMP kelas 2 sudah mulai mengalami gangguan,” ujarnya.

Kepala Regu Informasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hery Suhendra, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.30 WITA dan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

“Awalnya dilaporkan satu bangunan terbakar. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada dua bangunan yang terdampak,” kata Hery.

Situasi Pasca Kebakaran di Jalan Jelawat gang.9 – Photo : Davin

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit lantaran lokasi rumah berada di kawasan perbukitan dan minim sumber air. Petugas harus melakukan suplai air dari bawah bukit dengan bantuan warga sekitar.

“Kesulitannya karena posisi bangunan berada di atas bukit sehingga suplai air cukup terkendala. Warga membantu menggunakan sumur dan tandon air, kemudian kami juga memanfaatkan hidran kering untuk penyuplaian,” jelasnya.

Petugas pemadam kebakaran bersama relawan dan warga berjibaku selama kurang lebih satu jam hingga api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan berat dan meninggalkan trauma bagi warga sekitar.

Kondisi permukiman yang padat sempat membuat warga khawatir api akan meluas ke rumah-rumah lain di kawasan tersebut.(AAY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *