MediasaranaKaltim.id, Samarinda – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Sepakat, RT 07, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (17/6/2026) siang. Sedikitnya lima bangunan hangus dilalap api dalam peristiwa yang berlangsung sekitar satu jam 20 menit tersebut.
Berdasarkan data sementara, bangunan yang terbakar terdiri atas empat rumah tinggal dan satu bangsal tiga pintu. Selain itu, dua bangunan di sekitar lokasi turut terdampak akibat kedekatannya dengan titik kebakaran. Sebanyak delapan kepala keluarga dengan total 15 jiwa diketahui menghuni bangunan yang terdampak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 12.04 WITA dan segera mengerahkan personel dari lima posko untuk melakukan pemadaman.
Langkah cepat tersebut dilakukan mengingat kawasan yang terbakar didominasi bangunan berbahan kayu sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Total ada lima bangunan yang hangus. Alhamdulillah, proses pemadaman dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam 20 menit,” ujarnya.

Menurut Hendra, salah satu tantangan utama dalam operasi pemadaman adalah akses menuju lokasi yang sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada dan personel.
Meski demikian, kedekatan lokasi dengan aliran sungai menjadi keuntungan tersendiri karena memudahkan petugas dan relawan menyuplai air menggunakan pompa portabel.
Dalam upaya mengendalikan kobaran api, Disdamkar bersama relawan mengerahkan 12 unit mobil tangki pemadam kebakaran serta 28 mesin pemadam portabel.
Dukungan dari berbagai unsur, termasuk BPBD, PMI, kepolisian, TNI, PLN, Dinas Perhubungan, tim medis, dan organisasi relawan, turut mempercepat proses penanganan di lapangan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang relawan dilaporkan mengalami sesak napas saat membantu proses pemadaman dan telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan arus pendek listrik, tetapi penyebab tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi.
Hendra juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih insiden ini merupakan kebakaran ketiga yang terjadi di wilayah Samarinda Seberang dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Ia mengimbau setiap rumah tangga untuk memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah penanganan dini apabila terjadi kebakaran.
“Bahaya kebakaran dapat terjadi kapan saja dan sering kali tidak dapat diprediksi.Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk meminimalkan
risiko dan dampak yang ditimbulkan,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik secara aman, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman padat penduduk.(AAY)





