MediasaranaKaltim.id,Samarinda – Di saat sebagian besar warga terlelap, sekelompok relawan yang tergabung dalam Gerakan Ghost Aspal justru turun ke jalan.
Mereka melakukan penambalan sementara sejumlah lubang di kawasan Jalan Ahmad Yani 1 dan Jalan Ahmad Yani 2, Samarinda, pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.00 WITA tersebut berlangsung hingga pukul 01.45 WITA. Dengan peralatan sederhana dan keterbatasan material yang dimiliki, para relawan berhasil menambal sedikitnya empat titik lubang yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, yang ikut terjun langsung melakukan penambalan bersama para relawan.
Menurut Abdul Giaz, gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Ia berharap semakin banyak pihak, termasuk perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yang dapat mendukung gerakan sosial tersebut.
“Tujuan kami sederhana, yakni membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang. Jika ada perusahaan yang ingin berkontribusi melalui CSR, tentu akan sangat membantu karena gerakan ini memiliki tujuan kemanusiaan yang mulia,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah relawan Kota Samarinda.
Salah seorang relawan, Imukh, mengatakan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama-sama diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan alat yang sederhana, setidaknya kami bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” katanya.
Para relawan menjelaskan bahwa jadwal penambalan tidak dilakukan secara rutin, melainkan berdasarkan laporan masyarakat yang masuk serta ketersediaan material aspal yang mereka miliki.
Mereka menegaskan, gerakan ini bukan untuk menyalahkan ataupun menjatuhkan instansi pemerintah.
Sebaliknya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian warga yang berangkat dari kondisi nyata di lapangan, di mana masih terdapat sejumlah jalan berlubang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Gerakan Ghost Aspal sendiri disebut lahir dari diskusi sederhana di warung kopi yang kemudian berkembang menjadi aksi nyata.
Berbekal kepedulian dan hati nurani, para relawan memilih bergerak untuk membantu menciptakan jalan yang lebih aman bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Karena bagi mereka, keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama.(AAY)





